Dinamika Organisasi PCNU Banyuwangi, Ketua Tanfidziyah Ahmad Turmudzi: Tidak Gegabah Masukan Personal Struktur

Keterangan Foto: Pasca Konferensi Cabang (Konfercab ) XIV, Ahmad Turmudzi ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi.

Filesatu.co.id, Banyuwangi | PCNU Banyuwangi usai menggelar Konferensi Cabang (Konfercab ) XIV, pada Rabu, 7-1-2026 kemarin di Universitas Islam KH Muhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung – Karangdoro – Tegalsari, Banyuwangi. Menetapkan Ahmad Turmudzi sebagai Ketua Tanfidziyah masa Khidmad 2026-2031. Setelah mengungguli suara lawannya Arif Fauzi.

Dengan ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi mendatang, Ahmad Turmudzi sebagai pemimpin yang baru tidak hanya menjalankan program yang ada, termasuk menuntaskan dinamika di tubuh organisasi.

Bacaan Lainnya

“Jika dinamika itu masih ada dalam organisasi maka bisa terganggu sehingga program tidak berjalan secara maksimal,” demikian disampaikan Ahmad Turmudzi dikonfirmasi ekslusif  media ini. Jumat (9/1/2026) di kediamannya desa Tegalarum Kecamatan Sempu.

Menurutnya, dinamika PCNU saat ini, cukup berat dan diperlukan kerja keras sebagai pemimpin, karena hampir selama tiga tahun  dinamika nya  luar biasa, seperti  pasca Pilbub,  kemudian dinamika dari munculnya karteker di PCNU Banyuwangi, dilanjutkan dengan penunjukan PCNU.

“Kalau hal itu ada, praktis tingkat konsolidasi organisasi ini terganggu, sehingga program-program tidak bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.

Bahkan, adanya dinamika tersebut lanjut Ahmad Turmudzi, akan berdampak pada soliditas organisasi, sehingga cepat atau lambat dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh dari tingkat PCNU sampai ke Ranting.

“Konsolidasi ini harus secepatnya kita lakukan agar kesulitan organisasi terjamin, kalau kesulitannya organisasi sudah terjamin,  maka program apapun bisa dilakukan oleh kawan-kawan struktur. Baik, PCNU, MWCNU maupun ranting,” kata Turmudzi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tegalarum ini.

Ditegaskan Turmudzi,  jika program Soliditas bisa dilakukan dengan mantang,  bersinergi dengan pihak manapun yang bisa mendorong menjadi penguatan program di PCNU Banyuwangi.

”Sinergi ini bisa dilakukan misalnya dengan pihak birokrasi atau pihak-pihak Ormas yang lain,”tegasnya.

Tidak Gegabah Masukkan Seseorang dalam Struktural

Selain itu, seperti yang diminta pengurus besar Nahdlatul Ulama, pasca Konfercab  XIV, sebagaimana ketua  Tanfidziyah PCNU Banyuwangi dalam waktu satu bulan harus menyelesaikan struktur kepengurusan organisasi, namun demikian, Ahmad Turmudzi tidak gegabah dan sangat berhati- hati memasukkan  personal, langkahnya,  mencoba untuk mengakomodasi dari beberapa kelompok-kelompok.

”Di Banyuwangi jujur ada kelompok-kelompok itu, nah maka kita harus hati-hati betul dalam menentukan personal-personal yang nanti akan kita masukkan dalam struktur,”ungkapnya.

Bahkan, harapannya bahwa kedepan PCNU Banyuwangi memiliki jiwa yang Soft, suasana sejuk, maka figur itulah diharapkan masuk dalam struktur.

”PCNU ke depan ini adalah figur yang memang lembut, ya dalam arti bukan orang yang mudah mereaksi terus kemudian emosi, ini juga dipahami karena kami juga harus menciptakan keteguhan suasana,” harapnya.

”Makanya proses penyusunan Struktural juga mempertimbangkan masukan dari para senior dan Masyayikh yang ada di Banyuwangi,”pungkasnya.

Untuk diketahui Ahmad Turmudzi menang dalam pemungutan suara di Konfercab  XIV yang dilakukan 25 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, unggul dengan perolehan 16 suara, sementara Arif Fauzi memperoleh 9 suara.

Tinggalkan Balasan