Filesatu.co.id, Sidoarjo | Bupati Sidoarjo Subandi, SH, MKn, mengumpulkan para kepala desa se-Kecamatan Candi dan Tanggulangin untuk membahas penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir di wilayah masing-masing.
Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Ops Room Pemkab Sidoarjo, Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kepada pemerintah daerah.
Rapat dihadiri jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.
Sejumlah persoalan disampaikan para kepala desa, antara lain kebutuhan normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan jalan rusak hingga pemulihan jembatan. Berbagai usulan tersebut akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan penentuan penanganan.
Bupati Subandi mengatakan, penyampaian persoalan secara langsung diperlukan agar pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan.
“Tujuan kita mengumpulkan Bapak-Ibu semua untuk mendapatkan informasi langsung mengenai perbaikan jalan dan normalisasi yang diperlukan. Kita tidak akan mengetahui kondisi riil di masing-masing desa jika tidak disampaikan langsung,” ujarnya.
Menurut Subandi, normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas, terutama pada wilayah yang selama ini rawan mengalami genangan dan banjir. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan peralatan berat yang tersedia dan mengoordinasikannya dengan peralatan dari Dinas PU.
“Yang penting saat ini, normalisasi didahulukan. Peralatan yang ada akan disambungkan dengan alat dari PU Pemda agar segera dapat beroperasi,” katanya.
Selain pengendalian banjir, pemerintah daerah juga mendorong percepatan perbaikan jalan dan jembatan. Infrastruktur yang memadai dinilai memiliki dampak terhadap mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jalan bagus, normalisasi bagus, saya yakin dampak ekonomi di wilayah tersebut juga akan ikut meningkat,” ujar Subandi.
Para kepala desa diminta menyampaikan data rinci mengenai titik jalan, sungai dan saluran yang membutuhkan penanganan. Data tersebut akan menjadi bahan dalam menentukan skala prioritas serta pelaksanaan kegiatan.
Subandi juga meminta koordinasi antara pemerintah desa dan OPD terus dilakukan. Setiap kegiatan, menurut dia, perlu mendapat pendampingan sehingga persoalan yang muncul di lapangan dapat segera disampaikan dan ditangani.
“Di setiap kegiatan minimal ada pendampingan. Jika ada kekurangan, segera sampaikan dan kita selesaikan bersama,” pesannya.
Pemkab Sidoarjo menargetkan sejumlah persoalan yang telah dipetakan dapat ditangani dalam tiga bulan ke depan. Subandi meminta jajaran terkait segera berkoordinasi dengan Dinas PU maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar pekerjaan dapat segera dimulai.
“Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan ini sudah bisa selesai,” harapnya.
Subandi menegaskan, penyelesaian persoalan infrastruktur dan banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa serta pemangku kepentingan lainnya.
Ia meminta komunikasi dan penyampaian aspirasi dari pemerintah desa tetap dibuka agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Mari kita, sebagai pelayan masyarakat, menyelesaikan permasalahan yang ada. Saya berharap Bapak-Ibu tetap memberikan masukan, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera kita tindak lanjuti,” pungkasnya.









