Antisipasi Macet Kawasasan Pelabuhan Tanjungwangi, Komisi IV DPRD Banyuwangi Bakal Gelar Hearing Bersama Stakeholder

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Antrian kendaraan angkutan logistik yang hendak masuk Pelabuhan Tanjungwangi di jalan Banyuwangi-Situbondo mendapat sorotan publik. Komisi IV DPRD Banyuwangi akan menggelar rapat dengar pendapat bersama stakeholder terkait untuk meminimalisir kemacetan.

Ketua Komisi IV, Patemo mengatakan berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) pihaknya bersama Dinas Perhubungan Banyuwangi beberapa hari lalu, kemacetan atau antrean panjang di pelabuhan penyeberangan Tanjungwangi disebabkan kendaraan angkutan logistik yang sudah membeli tiket tidak langsung masuk ke kapal karena mengikuti sistem e ticketing.

Bacaan Lainnya

“Saat kami melaksanakan sidak di pelabuhan penyeberangan Tanjungwangi, ada beberapa catatan kenapa terjadi antrean, warga atau driver kendaraan angkutan logistik yang sudah membeli tiket tidak langsung masuk kapal, mereka menumpuk di area parkir, karena menunggu giliran masuk,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Senin (8/12/2025)

Sidak dilakukan, lanjut Patemo karena adanya pengaduan dari masyarakat sekitar yang merasa aktifias kesehariannya terganggu kemacetan dikarenakan adanya antrean panjang kendaraan besar pengangkut logistik menuju pelabuhan Tanjungwangi.

“Sebentar lagi akan menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jangan sampai terjadi lagi kemacetan di area pelabuhan penyeberangan Tanjungwangi,” harapnya.

Seperti diketahui, pada Senin (1/12/2025) lalu, Ketua Komisi IV didampingi Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi melakukan sidak di pelabuhan penyeberangan Tanjungwangin, Banyuwangi.

Dalam sidak tersebut, Anggota Komisi IV bersama Dinas Perhubungan Banyuwangi melihat langsung penyebab terjadinya antrian kendaraan menuju kapal di Pelabuhan Tanjungwangi. Akibat antrian tersebut menyebabkan kemacetan di jalur Banyuwangi – Situbondo.

Menurut Patemo, terjadinya penumpukan kendaraan di area parkir pelabuhan Tanjungwangi, dikarenakan sistem parkir, serta proses pembelian tiket yang selama ini dinilai menjadi penyebab penumpukan.

“Karena sistem e-tiketing, masyarakat yang sudah membeli tiket, tidak langsung masuk kapal, mereka menunggu giliran masuk sesuai dengan nomor antrian,” ungkapnya.

Patemo, menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, alur pelayanan pelabuhan harus segera dievaluasi agar tidak terus mengganggu arus transportasi utama.

“Kami mendorong segera dilakukan hearing yang melibatkan seluruh pihak terkait. Masalah antrean, parkir, dan tiket harus diperbaiki agar pelayanan pelabuhan lebih tertata,” tegasnya.

Sidak tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan solusi yang lebih efektif agar operasional pelabuhan berjalan lancar, terutama menjelang peningkatan mobilitas logistik dan penumpang

Sementara, General Manager Pelindo Tanjungwangi, Eko Budi, mengatakan bahwa kapasitas lapangan parkir sebenarnya cukup memadai. Pihaknya memastikan area pelabuhan mampu menampung hingga 2,5 kapal untuk rute Tanjungwangi–Gilimas, Lombok.

Namun, ia mengakui bahwa persoalan kerap muncul akibat sistem ticketing dan penerapan nomor antrean (kitir), yang menyebabkan kendaraan harus menunggu lebih lama di luar pelabuhan meski telah membeli tiket.

“Idealnya, setelah pembelian tiket, kendaraan langsung masuk ke area parkir. Tapi karena sistem kitir, kedatangan kendaraan tidak sesuai urutan, sehingga terjadi penumpukan,” jelas Eko.

Tinggalkan Balasan