Filesatu.co.id, Madiun | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengamanan jalur dengan menutup perlintasan sebidang liar yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Penutupan perlintasan liar dilakukan sebagai bagian dari program normalisasi jalur yang secara konsisten dijalankan KAI untuk menekan risiko kecelakaan di titik-titik tidak resmi.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah menutup 15 perlintasan liar di wilayah kerjanya.
“Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api,” ujar Tohari, Senin (12/01/2026).
Memasuki awal 2026, KAI kembali menutup perlintasan liar di Km 214+5/6 petak jalan Stasiun Kertosono–Sembung, Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Penutupan dilakukan melalui kolaborasi Tim PAM dan Resort JR 7.3 Kertosono.
Tohari menegaskan, perlintasan liar memiliki tingkat risiko tinggi, terlebih dengan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api. Karena itu, langkah penutupan menjadi keharusan untuk mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 Ayat (1) yang mewajibkan penutupan perlintasan sebidang tidak berizin demi keselamatan.
Data Perlintasan Sebidang Daop 7 Madiun
Hingga kini, KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 perlintasan sebidang, terdiri dari:
- 185 perlintasan teregister dijaga
- 27 perlintasan teregister tidak dijaga
- 1 perlintasan liar dijaga
- 3 perlintasan liar tidak dijaga
KAI Daop 7 Madiun memastikan penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu, palang pintu, dan penjagaan, serta senantiasa disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup Tohari.(hms/anwar)




