Filesatu.co.id,Banyuwangi | Satu-satunya jembatan penghubung antar desa kecamatan Pesanggaran tepatnya di kawasan PTPN XII Sungai Lembu pada ruas sebagian jalan mengalami ambrol, hal itu disinyalir karena usia atau kurangnya pemeliharaan. Akibatnya, akses jalan sudah dipastikan tidak bisa dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat.
Kondisi itu membuat warga harus bersabar dan memaksa melalui jalur sungai bawah tanpa jembatan jika ingin melanjutkan perjalanan, tak jarang warga yang ingin melintas bervariasi ada yang menunda perjalanannya.
Kondisi itu diperparah jika air sungai mengalami kenaikan atau lebih tinggi dari ukuran mata kaki ( sekitar 50 cm), lantaran tidak semua kendaraan berani melewati.
” Yang tidak berani ya tidak jadi menyeberang, takut macet mesin, ” ungkap Nur salam, S.H, salah satu warga Desa Sarongan Rabu (16/7/2025).
Bukan hanya itu, sedihnya lagi, kata Nur Salam, keadaan yang mengkhawatirkan saat hujan tiba yang membuat air sungai tinggi, warga tidak bisa berkutik terisolir.
” Dampaknya jika itu terjadi hujan, tentu dua Desa Kandangan dan Sarongan tidak memiliki akses jalan alternatif, jadi warga terisolir sudah tidak bisa kemana -mana lagi ,”tambah Gus Nur Sapaannya kepada media ini.
Mengantisipasi hal yang dimungkinkan lebih parah kerusakan jembatan tersebut, Pemerintah Daerah Banyuwangi melalui Dinas Dinas PU CKPP merespon secara cepat dan terjun langsung dilapangan untuk cek kondisi dan mencari alternatifnya.
Plt Sekdin Dinas PU CKPP, Ebta Andharisandi dikonfirmasi media ini secara terpisah mengatakan, segera mungkin untuk melakukan tindakan supaya semua akses masih terus berjalan sembari menunggu perbaikan.
“Kita masih cari jalur alternatif dengan menggunakan jembatan darurat,” ungkap Ebta yang masih masih menjalankan jabatannya sebagai Kabid Bina Marga Dinas PU CKPP Banyuwangi.




