Fioesatu.co.id, Kuta- Bali | Teguran keras Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait kondisi pantai di Bali yang dipenuhi sampah tidak berhenti pada tataran wacana.
Arahan tegas yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Masyarakat bersama unsur TNI dan Polri menggelar kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Kuta, Selasa (3/2/2026) pagi.
Rakornas yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Senin (2/2/2026) tersebut dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster serta para bupati dan wali kota se-Bali. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah pejabat Korea Selatan mengenai kondisi pantai di Bali yang dinilai kotor, terutama saat musim hujan akibat tumpukan sampah kiriman laut.
Presiden Prabowo menekankan bahwa persoalan sampah pantai berpotensi merusak citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Ia mempertanyakan bagaimana wisatawan dapat merasa nyaman berkunjung ke Bali apabila kawasan pantai dipenuhi sampah, khususnya yang terjadi pada akhir tahun 2025.
Pernyataan Presiden tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah di Bali. Sebagai respons cepat, pemerintah daerah bersama masyarakat dan aparat TNI–Polri segera melaksanakan karya bakti terpadu pembersihan sampah laut di sepanjang kawasan Pantai Kuta.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari aparat keamanan hingga warga setempat yang turun langsung membersihkan pesisir pantai.
Berdasarkan pantauan dari unggahan akun media sosial @kelurahan_kuta, tampak personel TNI dan Polri bekerja sama dengan masyarakat mengumpulkan sampah plastik, potongan kayu, serta material kiriman laut lainnya yang menumpuk di garis pantai. Aksi gotong royong tersebut mencerminkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesisir.
Kegiatan pembersihan ini tidak dimaknai sebagai agenda seremonial semata, melainkan sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dan masyarakat Bali dalam menindaklanjuti perhatian Presiden. Pantai Kuta sebagai salah satu ikon pariwisata Bali dan Indonesia dinilai harus dijaga kebersihannya secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan telah mengambil langkah cepat setelah menerima arahan Presiden. Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Bupati Badung, Pangdam, Kapolda, dan Danrem.
Menurut Koster, perhatian Presiden Prabowo terhadap persoalan sampah pantai merupakan peringatan penting bagi pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi kepedulian Presiden yang dinilai menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan pariwisata Bali dan pelestarian lingkungan.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Bali berencana membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah di kawasan Pantai Kuta. Satgas tersebut akan difokuskan pada penanganan sampah secara cepat, terukur, dan berkesinambungan, terutama dalam menghadapi meningkatnya sampah kiriman laut saat musim hujan.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, dan masyarakat, diharapkan kebersihan Pantai Kuta dapat terus terjaga.
“Aksi nyata pasca-teguran Presiden Prabowo ini menjadi penegasan bahwa persoalan lingkungan harus ditangani secara serius demi menjaga citra Bali dan Indonesia di mata internasional,” ungkapnya. (Fajar s)





