Filesatu.co.id, Banyuwangi | Kafilah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Banyuwangi resmi diberangkatkan menuju Kabupaten Lumajang untuk mengikuti PORSADIN VII Tingkat Jawa Timur, Jumat (25/9/2026). Pelepasan berlangsung di Aula Bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, http://S.Ag., M.M., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Alfian, http://S.Pd., http://M.Pd., dan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Banyuwangi Ahmad Masruhan Hamidi, S.E.I.
Kafilah Banyuwangi berjumlah 98 orang, terdiri atas 33 peserta, 30 ofisial, 24 koordinator kecamatan, enam panitia, dan lima pengurus. Para peserta merupakan juara pertama tingkat Kabupaten Banyuwangi yang dipersiapkan untuk berlaga di tingkat provinsi.
PORSADIN VII Tingkat Jawa Timur digelar pada 25–27 September 2026 di Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan, Lumajang. Banyuwangi mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan.
Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, menegaskan keikutsertaan dalam PORSADIN tidak semata-mata berorientasi pada prestasi. Sportivitas, kejujuran, dan pembentukan karakter harus menjadi yang utama.
“Harapan saya kepada tim kafilah Banyuwangi, yang pertama adalah membentuk karakter sportivitas dalam perlombaan. Jauhi kecurangan dan segala sesuatu yang tidak baik. Harus bertanding secara maksimal dan sportif. Bonusnya adalah menang, insyaallah,” tegasnya.
Ia juga berharap PORSADIN menjadi sarana bagi para santri untuk meningkatkan pengalaman, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi dengan peserta dari berbagai daerah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menyampaikan capaian peserta hingga tingkat provinsi merupakan hasil proses seleksi dan pembinaan panjang di tingkat kabupaten.
“Anak-anak sudah berproses panjang di kabupaten. Bisa masuk ke tahapan ini saja sudah luar biasa. Selamat untuk anak-anak. Ketika masuk tingkat provinsi, saya katakan percaya diri saja dan jaga kesehatan,” ujarnya.
Ketua FKDT Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Masruhan Hamidi, menambahkan seluruh peserta telah melalui kompetisi ketat di tingkat kabupaten. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal menghadapi persaingan di tingkat Jawa Timur.
Selain prestasi, Ahmad menekankan pentingnya menjaga tata krama dan akhlakul karimah selama berada di arena PORSADIN.
“Jadilah juara satu di kegiatan PORSADIN Jawa Timur. Tetapi jangan sampai melupakan tata krama, adab, dan sopan santun kepada siapa pun, terlebih kepada guru dan orang tua, sehingga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan rida dari Allah SWT,” pesannya.
Sebelum keberangkatan, kontingen telah mengikuti pembekalan di Pondok Pesantren Nahdlatul Thullab, Srono, Minggu (20/9), untuk memantapkan kesiapan peserta, ofisial, dan pendamping.
Pada tingkat Ula, Banyuwangi mengikuti 13 cabang putra dan putri, meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Matematika (MTK), Puisi Islami, Cerdas Cermat Diniyah, Murottal wal Imla, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Azan, Selawat, Kaligrafi, Tenis Meja, Bulu Tangkis, dan Lari 100 Meter.
Sementara pada tingkat Wustha, Banyuwangi mengikuti tiga cabang putra dan putri, yaitu MTQ, MTK, dan Tenis Meja.
Kepala Kemenag Banyuwangi menyampaikan apresiasi kepada FKDT, para ofisial, pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kafilah.
“Semoga seluruh peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam mengikuti setiap cabang lomba. Semoga ikhtiar ini membawa prestasi sekaligus keberkahan bagi Banyuwangi,” pungkasnya.









