Filesatu.co.id, MADIUN | Keselamatan perjalanan kereta api menjadi perhatian PT KAI Daop 7 Madiun. Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, memimpin langsung kegiatan Tilik Penjaga Jalan Lintasan (PJL) dengan menyambangi sejumlah perlintasan sebidang di wilayah Madiun, Magetan hingga Ngawi, Selasa (15/9/2026).
Tilik PJL merupakan monitoring dan pengawasan lapangan untuk memitigasi potensi risiko operasional, sekaligus memastikan kondisi sarana-prasarana dan pelaksanaan tugas petugas PJL berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ali Afandi juga memberikan motivasi kepada petugas yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Melalui kegiatan Tilik PJL ini, kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan di lapangan berjalan dengan baik. Kami juga memberikan semangat kepada para petugas agar senantiasa disiplin, fokus, dan menjalankan tugas sesuai SOP. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten,” ujar Ali Afandi.
Selain pemeriksaan administrasi dan assessment pekerja, sejumlah petugas menjalani pemeriksaan kesehatan secara acak oleh tim Klinik Mediska Madiun. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, gula darah, asam urat hingga kadar alkohol.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan Tilik PJL merupakan bentuk pengawasan manajemen terhadap pelaksanaan tugas sekaligus upaya berkelanjutan memitigasi risiko keselamatan.
“Tilik PJL ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk terus memastikan seluruh petugas di perlintasan menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak hanya aspek administrasi dan operasional yang kami periksa, tetapi juga kondisi kesehatan petugas, karena faktor manusia menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” jelas Tohari.
Tohari menegaskan pengawasan akan dilakukan berkesinambungan di berbagai wilayah kerja Daop 7 Madiun untuk memastikan potensi risiko di perlintasan sebidang dapat diidentifikasi dan dikendalikan sedini mungkin.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kedisiplinan, kepedulian, dan kesiapsiagaan seluruh petugas PJL. Dengan demikian, keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang, dapat senantiasa terjaga,” tutup Tohari.(hms/an)









