Filesatu.co.id, Blitar | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ibu-ibu PKK Desa Ngrendeng menggelar lomba cipta kreasi olahan makanan berbahan dasar ubi jalar.
Dengan tema “PKK Berkarya Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju”.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan kader dasawisma Desa Ngrendeng dengan mengolah pangan lokal menjadi menu sehat dan bernilai ekonomis tinggi, serta menyemarakkan suasana peringatan kemerdekaan RI ke 81.
Acara berlangsung meriah diikuti perwakilan dari 10 RW. Bertempat di Balai Desa Ngrendeng, acara ini dibuka oleh wakil ketua tim penggerak PKK Ibu Yulaika. Kegiatan yang dikemas unik ini, setiap tim berkreasi membuat olahan makanan berbahan dasar ubi jalar dengan tampilan serta cita rasa masing-masing. Minggu (30/08/2026).
Panitia telah menyediakan sejumlah bahan utama ubi jalar aneka warna dan alat untuk memasak. Peserta juga diperbolehkan membawa bahan tambahan sendiri jika ingin memberikan variasi pada racikannya.
Peserta diberi waktu sekitar 45 menit untuk menyelesaikan racikan hingga siap disajikan kepada dewan juri. Setelah seluruh sajian dinilai, panitia akan memilih 3 peserta terbaik untuk mendapatkan hadiah.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, dengan rasa menjadi salah satu unsur utama yang memiliki bobot 40 persen. Sementara 60 persen penilaian lainnya mencakup kebersihan, tampilan, kreativitas dan keunikan sajian. Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan olahan ubi jalar yang enak, tetapi juga menarik ketika disajikan.
Wakil Ketua Penggerak PKK Desa Ngrendeng Yulaika menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut terinspirasi dari ubi jalar yang menjadi tanaman para petani di Ngrendeng dan Selorejo secara umum. Ubi jalar merupakan bahan makanan yang dekat dengan masyarakat dan bagian dari kearifan lokal yang perlu dikembangkan.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga dapat memupuk rasa cinta tanah air dan nasionalisme masyarakat. Selain itu, kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK turut menggerakkan roda perekonomian keluarga,” ungkap Yulaika seusai acara lomba.
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal ini, bertujuan untuk menyosialisasikan kaidah konsumsi pangan sehat sekaligus mendorong kreativitas ibu-ibu di desa kami, dalam mengolah umbi-umbian sebagai pengganti nasi.
Yulaika juga menegaskan bahwa, pemanfaatan bahan pangan lokal selain nasi memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir agar tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja dan mulai melirik kekayaan alam Desa Ngrendeng seperti singkong dan ubi jalar.
“Pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah sebagai sumber karbohidrat alternatif tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan asupan vitamin yang beragam bagi masyarakat. Kami ingin mengedukasi bahwa kenyang itu tidak harus selalu dengan nasi,” tandasnya.
Yulaika menambahkan, Olahan kreasi makanan berbahan baku polo pendem memperlihatkan persaingan ketat antar peserta. Hal itu dibuktikan dengan berbagai macam plating makanan yang bagus dengan warna-warna mencolok. Semua makanan tersebut memiliki cita rasa yang enak, sehingga sempat membuat para juri kewalahan menentukan siapa pemenangnya.
Pemenang Juara Lomba :
– Juara 1, RW 6 Dusun Ngrendeng.
– Juara 2, RW 2 Dusun Ngrendeng.
– Juara 3, RW 1 Dusun Ngrendeng.
Hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. Namun yang terpenting adalah bagaimana pengalaman ini dibagikan kembali kepada kader-kader dasawisma tim penggerak PKK desa Ngrendeng.
Melalui program ini, pemerintah Desa Ngrendeng berharap kader PKK di wilayah pedesaan dapat terus melakukan pembinaan kepada masyarakat mengenai pentingnya menu B2SA. Inovasi menu yang lahir dari balai Desa ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mencetak generasi masa depan Desa Ngrendeng yang lebih sehat dan mandiri pangan.
Kami berterimakasih kepada warga Desa Ngrendeng karena setiap tahunnya selalu diadakan kegiatan upacara memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Terlebih tahun ini ada yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, salah satunya yakni adanya lomba kreasi kue dari bahan dasar polo pendem yaitu ubi jalar.
“Semoga itu semua bisa nantinya kue tersebut menjadi salah satu UMKM yang bisa meningkatkan penghasilan keluarga dan meningkatkan perekonomian masyarakat kami melalui UMKM,” pungkas Yulaika.(Pram).











