Filesatu.co.id, Baturaja | Kepulan debu yang terlihat keluar dari salah satu cerobong pabrik PT Semen Baturaja menjadi sorotan. Kepulan yang tampak cukup tebal dan terlihat secara kasat mata tersebut terpantau pada Rabu (19/8/2026) sore, di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Kemunculan kepulan debu tersebut mendorong Tim Berik Palembang melakukan penelusuran langsung ke kawasan PT Semen Baturaja. Kedatangan tim dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus meminta penjelasan dari pihak perusahaan mengenai kepulan yang terlihat keluar dari cerobong pabrik.
Saat tiba di kawasan perusahaan, tim terlebih dahulu menuju Pos 1. Namun, petugas keamanan mengarahkan tim untuk menyampaikan keperluan melalui Pos 2. Tim kemudian menuju Pos 2 dan mengetuk pintu penjagaan. Saat itu, tidak terlihat petugas di dalam pos sehingga tim menunggu sembari mengamati situasi di sekitar lokasi.
Dalam kondisi tersebut, tim melihat langsung kepulan yang keluar dari salah satu cerobong pabrik. Kondisi tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bagian dari penelusuran lapangan.
Tidak lama berselang, seorang petugas keamanan datang dan menanyakan maksud kedatangan tim. Tim menjelaskan bahwa mereka ingin menemui pihak humas PT Semen Baturaja untuk meminta konfirmasi terkait kepulan debu yang terlihat dari cerobong dan menjadi perhatian masyarakat.
Petugas keamanan kemudian mempersilakan tim menunggu di dalam pos penjagaan. Tim tetap berupaya memperoleh informasi mengenai kondisi cerobong tersebut dan pihak yang memiliki kewenangan memberikan penjelasan teknis terkait proses produksi maupun pengendalian emisi perusahaan.
Dalam proses penelusuran, seorang pria yang mengaku sebagai wartawan turut datang dan mempertanyakan kegiatan dokumentasi yang dilakukan tim, termasuk mengenai izin pengambilan gambar di sekitar lokasi.
Tim menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi dan meminta konfirmasi atas kondisi yang terlihat secara langsung di lapangan. Tim juga menegaskan bahwa tujuan utama kedatangan bukan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran, melainkan mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan secara berimbang.
Beberapa petugas keamanan kemudian berada di Pos 2. Salah seorang petugas memberikan penjelasan bahwa kepulan yang terlihat keluar dari cerobong merupakan bagian dari proses yang memang keluar melalui cerobong pabrik.
Pernyataan tersebut kemudian dimintai penegasan oleh tim. Tim mempertanyakan apakah keterangan tersebut merupakan penjelasan resmi perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pemberitaan. Sebab, penjelasan mengenai proses produksi, karakteristik emisi, serta standar pengendalian debu seharusnya disampaikan oleh pihak yang memiliki kewenangan teknis atau humas perusahaan.
Tim kembali menegaskan bahwa pihak yang hendak ditemui adalah humas atau pejabat PT Semen Baturaja yang berwenang memberikan klarifikasi resmi. Hal tersebut dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya bersumber dari pengamatan visual maupun keterangan petugas di lapangan.
Ketika ditanyakan mengenai keberadaan humas, petugas keamanan menyampaikan bahwa pihak humas sedang tidak berada di lokasi. Tim juga ditanya apakah sebelumnya telah membuat janji untuk bertemu dengan pihak perusahaan.
Tim menjelaskan bahwa kedatangan tersebut belum didahului perjanjian karena sifatnya merupakan permintaan konfirmasi atas persoalan yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Untuk memperoleh penjelasan resmi, tim kemudian diminta meninggalkan nomor kontak yang dapat diteruskan kepada pihak humas.
Tim Berik Palembang selanjutnya meninggalkan nama dan nomor WhatsApp kepada petugas keamanan agar pihak perusahaan dapat menghubungi untuk memberikan klarifikasi.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pihak humas PT Semen Baturaja yang menghubungi tim untuk memberikan penjelasan resmi mengenai kepulan debu yang terlihat keluar dari cerobong tersebut.
Kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan, terutama mengenai jenis kepulan yang terlihat, proses produksi yang sedang berlangsung saat kejadian, sistem pengendalian debu dan emisi, serta hasil pemantauan lingkungan yang dilakukan perusahaan.
Apalagi, kemunculan kepulan tersebut terjadi pada kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Kondisi lingkungan seperti ini menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan dalam melihat dampak debu terhadap lingkungan sekitar. Namun, untuk memastikan apakah kepulan tersebut berkaitan dengan emisi produksi yang memenuhi ketentuan atau justru terdapat persoalan dalam pengendaliannya, diperlukan penjelasan dan data teknis dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Tim Berik Palembang menegaskan, penelusuran dan dokumentasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang. Pengamatan visual di lapangan tidak dijadikan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran, melainkan menjadi dasar untuk meminta klarifikasi kepada pihak yang berwenang.
PT Semen Baturaja tetap memiliki ruang yang seluas-luasnya untuk memberikan penjelasan kepada publik. Klarifikasi perusahaan diperlukan untuk menjawab sejumlah pertanyaan, di antaranya apakah kepulan yang terlihat merupakan kondisi normal dalam proses produksi, bagaimana mekanisme pengendalian emisi dan debu dilakukan, bagaimana hasil pemantauan kualitas udara di sekitar kawasan pabrik, serta apakah seluruh proses tersebut telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim Berik Palembang masih menunggu tanggapan resmi dari pihak humas PT Semen Baturaja. Klarifikasi tersebut akan menjadi bagian penting untuk memberikan informasi yang utuh dan berimbang kepada masyarakat terkait kepulan yang terlihat dari cerobong pabrik.***










