Filesatu.co.id, Madiun | Sebanyak 11 perjalanan kereta api (KA) yang melintas di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang berpusat di 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.21 WIB.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa penghentian perjalanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.
“SOP kami bila terjadi gempa, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur KA menunggu dipastikan harus semua jalur aman dilewati KA di wilayah pasca gempa yang terasa,” terang Tohari.
Menurutnya, penghentian dilakukan secara serentak melalui pengendali KA yang berkoordinasi menggunakan radio lokomotif terpusat. Selanjutnya, petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) melakukan pemeriksaan kondisi jalur dan jembatan untuk memastikan keamanan perjalanan.
Sebelas KA yang sempat berhenti tersebut antara lain KA Madiun Jaya, Kahuripan, BIAS, Bangunkarta, Gaya Baru Malam Selatan, Sancaka, Singasari, Malabar, KA Parcel Tengah, serta Commuter Line Dhoho, yang berhenti di sejumlah stasiun dan petak jalan di wilayah Daop 7 Madiun.
“Setelah jalur dinyatakan aman untuk dilintasi KA, pada pukul 08.49 semua KA dapat berjalan normal sesuai grafik perjalanan KA,” imbuh Tohari.
KAI menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. Setiap potensi risiko, sekecil apa pun, akan diminimalisir demi keselamatan penumpang dan petugas.(hms/anwar)




