Filesatu.co.id, KARAWANG | ANGGOTA DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, kembali menegaskan fungsi pengawasannya dalam mengawal pembangunan daerah. Dalam kunjungan kerja ke Kantor Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (19/01/2026), legislator dari Dapil X (Karawang–Purwakarta) ini menyoroti pentingnya akselerasi transformasi Desa Walahar menjadi destinasi wisata unggulan yang terintegrasi dan mandiri.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya memastikan realisasi program pemerintah tahun anggaran 2026 berjalan efektif. Hadir dalam dialog tersebut Sekretaris Desa Walahar, Yoyon Haryono, Ketua BPD Sihabudin, serta jajaran tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Hj. Sri Rahayu menekankan bahwa pembangunan fisik, seperti selesainya Jembatan Walahar yang baru, harus dibarengi dengan penataan kawasan yang matang. Baginya, infrastruktur hanyalah pembuka akses, namun daya tarik utama tetap terletak pada estetika lingkungan sekitar Bendung Walahar.
“Pemerintah tidak boleh berpuas diri hanya dengan membangun jembatan. Penataan kawasan di sekitar Bendung Walahar harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas Sri Rahayu di hadapan aparatur desa.
Beliau memastikan fungsi pengawasan legislatif akan terus memantau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam mengalokasikan anggaran. Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta penyediaan fasilitas umum yang representatif menjadi poin krusial agar penggunaan APBD tepat sasaran dan memberikan dampak estetika bagi wisatawan.
Salah satu poin krusial yang diangkat adalah dorongan terhadap implementasi Peraturan Daerah (Perda) Desa Wisata. Sri Rahayu menuntut agar pemerintah daerah memberikan pendampingan teknis secara nyata, bukan sekadar aturan di atas kertas.
“Kami di legislatif mengawasi pelaksanaannya. Apakah dinas terkait sudah memberikan pelatihan manajemen kepada pemuda Walahar? Apakah ada sinergi dengan pengusaha kuliner lokal seperti pepes jambal? Ini yang terus kami tagih ke pemerintah,” ujarnya secara lugas.
Selain sektor pariwisata, Desa Walahar dinilai memiliki modal kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui beberapa sektor unggulan:
- Sektor Perikanan & Peternakan: Memanfaatkan ekosistem perairan Bendung Walahar.
- Lahan Produktif: Optimalisasi perkebunan untuk meningkatkan ekonomi warga lokal.
- Fasilitas Desa Lengkap: Memiliki GOR serbaguna, kantor desa representatif, ruang Posyandu, hingga armada mobil BUMDes dan ambulans desa.
Kekuatan ini kian lengkap dengan adanya spot wisata populer seperti Bendung Walahar Parisdo, Danau Cinta, serta kawasan Sektor 16 dan Sektor 28 yang telah menjadi magnet bagi wisatawan lokal Karawang.
Dalam sesi pengawasan tersebut, Hj. Sri Rahayu memberikan tiga poin rekomendasi yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak eksekutif Pemkab Karawang:
- Sinkronisasi Data Lahan: Kejelasan status lahan antara PJT II dan Pemkab Karawang untuk menghindari konflik pengelolaan.
- Manajemen Ekowisata: Pengelolaan limbah dan pembersihan eceng gondok secara berkala, khususnya di area Danau Cinta.
- Promosi Digital Terpadu: Melibatkan pegiat media sosial (influencer) untuk memasarkan potensi sejarah dan kuliner premium Walahar.
Menutup kunjungan tersebut, politisi Partai Golkar ini optimis Desa Walahar mampu menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Jawa Barat. “Warga harus mampu mengenali potensi desanya sendiri agar manfaat ekonominya dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***




