Filesatu.co.id, Saradan | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan menjadi salah satu satuan kerja (satker) sampling dalam kegiatan audit stock opname persediaan kayu dan barang gudang yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Kegiatan audit tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 17–18 Desember 2025.
Tim auditor KAP diterima langsung oleh Administratur Perhutani KPH Saradan di Aula Rapat KPH Saradan, Rabu (17/12), sebelum melaksanakan pemeriksaan lapangan di Kantor KPH Saradan serta Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Saradan dan TPK Karangjati.
Audit stock opname ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian antara fisik persediaan kayu dan barang gudang dengan data administrasi sebagai bagian dari proses audit laporan keuangan perusahaan. Kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Perhutani dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) guna menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset perusahaan.
Administratur Perhutani KPH Saradan, Wisik Sugiarto, menyambut baik pelaksanaan audit tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan audit ini dan berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar. Jajaran KPH Saradan siap memberikan dukungan serta menyediakan data yang dibutuhkan secara maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Tim KAP, Yovella Phylicia, mengapresiasi kerja sama dan dukungan yang diberikan oleh Perhutani KPH Saradan selama proses audit berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Perhutani KPH Saradan. Dukungan yang diberikan sangat membantu kelancaran proses verifikasi sehingga kegiatan audit dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Pelaksanaan audit di lapangan turut didampingi perwakilan Perhutani Kantor Pusat, Kantor Divisi Regional, serta Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata beserta jajaran KPH Saradan.
Melalui audit stock opname ini, Perhutani berharap kualitas laporan keuangan semakin akurat dan kredibel sebagai dasar peningkatan efektivitas pengelolaan persediaan.(*)




