Aplikasi Simontoran Badan Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, Upaya Pengelolaan Keuangan Daerah Yang Akuntabel

Ket Foto: Kepala Bappedalitbang Rully Wahyu Menyampaikan Pentingnya Pengelolaan Keuangan Daerah Yang Akuntabel Disela sela Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar

Filesatu.co.id, Blitar | Pengelolaan Keuangan menuntut ketepatan, trasparansi dan akuntabilitas, ditengah dinamika birokrasi yang semakin kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar menjawab tantangan dengan langkah nyata, dengan adanya Aplikasi SIMONTORAN yaitu Sistem Informasi Monitoring Ajuan Keuangan.

Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah merilis aplikasi SIMONTORAN (Sistem Informasi Monitoring Ajuan Keuangan). SIMONTORAN merupakan aplikasi berbasis web yang dirancang untuk memfasilitasi pengelolaan, monitoring, dan pelaporan keuangan secara digital.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, menyampaikan bahwa, SIMONTORAN merupakan inovasi dari Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang ada sejak tahun 2024.

“Latar belakang ide adanya aplikasi SIMONTORAN ini awalnya adalah alur proses verifikasi pertanggungjawaban keuangan di lingkup Sekretariat Daerah yang dilakukan secara manual, sehingga proses pencairan keuangan menjadi lama. Proses verifikasi tersebut menjadi tugas dari Bagian Perencanaan dan Keuangan yang melayani semua Bagian di Sekretariat Daerah yaitu 10 (sepuluh) Bagian,” ungkap Rully Wahyu. Jumat (15/08/2025).

Kepala Bappedalitbang Rully Wahyu juga menyampaikan bahwa, Pengguna layanan adalah 10 (sepuluh) Bendahara Pengeluaran Pembantu Bagian di Sekretariat Daerah.

“Bagian Perencanaan dan Keuangan, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Bagian Organsiasi, Bagian Hukum, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Perekonomian, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, dan Bagian Administrasi Pembangunan,” jelas Rully Wahyu.

Rully berharap dengan adanya aplikasi yang membantu proses verifikasi secara elektronik, maka proses menjadi lebih efektif dan efisien yaitu proses pencairan keuangan menjadi lebih cepat dan mudah untuk diketahui jumlah ajuan dari masing-masing Bagian yang ada di Sekretariat Daerah.

“Disisi lain dengan digitalisasi proses administrasi pemerintahan menjadi salah satu upaya bentuk dari pengendalian internal. Pimpinan dapat melihat alur proses kerja di instansi pemerintah secara real-time,” harap Rully Wahyu.

Bappedalitbang Kabupaten Blitar saat ini menjadi pembina, pengarah sekaligus evaluator yang turut berperan dalam penyempurnaan aplikasi SIMONTORAN agar menjadi salah satu inovasi yang diusulkan ke Kementrian Dalam Negeri.

“Dalam perkembangannya aplikasi berbasis web ini terus dikembangkan sesuai kebutuhan untuk lebih meningkatkan kinerja khususnya di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar,” pungkas Rully Wahyu.(Pram).

Tinggalkan Balasan