Kades Dungkek Angkat Bicara Peminjaman KTP Penerima BSPS 2024, Pak ASI dan Pak Ridwan, Ini Kronologisnya

Kades Dungkek Angkat Bicara Peminjaman KTP Penerima BSPS 2024
Kades Dungkek Angkat Bicara Peminjaman KTP Penerima BSPS 2024

Filesatu.co.id, SUMENEP | VIRALNYA ASI warga Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura yang dipimjam KTP untuk pengusulan BSPS mendapat tanggapan dari Pemerintah Desa setempat.

Kades Dungkek Jumahri menjelaskan kronologis peminjaman KTP, pada tahun 2022 kami pemerintah desa Dungkek di minta untuk mendata warga masyarakat yang tidak mempunyai rumah yang layak. Maka kami pemerintah desa (pemdes) mulai mendata dan mengusulkan warga yang tidak mampu untuk mendapatkan program BSPS lewat kementrian PUTR.

Bacaan Lainnya

“Warga terus menunggu proses pengajuan tersebut, akhirnya 2 tahun kemudian tepatnya di tahun 2024 program BSPS tersebut benar-benar turun sebanyak 30 unit,” katanya melalui sambungan Whatsap. Jum’at 23/5/2025.

Lanjut dia, setelah mulai pendataan ulang oleh pendamping, maka ada salah satu penerima RIDWAN yang tidak ada di lokasi, mereka bekerja ke Jakarta. Padahal dia sangat layak untuk mendapatkan program tersebut. Namun berjalannya waktu saudara Ridwan tetap berusaha untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Akhirnya menilfon salah satu teman akrabnya yaitu pak ASI untuk bisa membantu “atas nama” dalam program BSPS, Alhamdulillah atas kesepakatan ke dua belah pihak, digantikanlah nama RIDWAN (yang kerja di jakarta) kepada temen karibnya ASI dengan tidak ada perjajian atau komitmen pemberian sesuatu apapun, karena sudah teman setia.

“Malah waktu proses pengiriman bahan juga pencarian kayu swadaya dia (ASI) membantu, demi kelancaran pembangunan rumah tersebut,” jelasnya.

Setelah hampir selesai barulah terdengan desas desus yang tidak sedap di antara keduanya, karena si ASI (orang yang di pinjam ktpnya) mintak kepada saudara RIDWAN untuk ongkos tukang yang 2,5jt di berikan kepada ASI.

“Disitulah mereka berdua sudah mulai tidak harmonis, yang sebelum jadi Besty malah saling caci. Karena si RIDWAN keberatan kalau langsung ongkos tukang di ambil ASI,”ujarnya.

Masa boleh bantuan rumah BSPS degan nilai 20juta bahan 17.5jt dan ongkos 2,5 jt, dan ongkos tukang 2,5 jt mau diambil saudara ASI.

“Tapi saudara RIDWAN tetap mau ngasi tanda terimakasih kepada ASI, sesuai dengan keihlasannya yang di berikan lewat kades yaitu 1 jt rupiah,” tambahnya.

Sambung Kades, karena waktu itu sudah tidak harmonis lagi di antara ke duanya, disitulah si ASI mulai berulah untuk menghubungi media,dan langsung memfiralkan tanpa mengkroscek apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat.***

Tinggalkan Balasan