16 Sound Horeg Ramaikan Karnaval Budaya HUT RI ke 80 Desa Patemon Pakusari Jember

Filesatu.co.id, JEMBER | PEMERINTAH Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, menyelenggarakan karnaval budaya pada Minggu sore (28/9/2025) untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Karnaval yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 16 kelompok peserta dari RW 05 Padukuhan. Rutenya dimulai dari Lapangan Biting dan berakhir di depan Koramil Arjasa.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan karnaval budaya dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 tahun ini sangat meriah. Ke-16 kelompok RW menampilkan ‘sound horeg’ (sistem suara dengan dentuman musik menggelegar) yang biaya penyewaannya ditanggung secara solidaritas oleh warga di masing-masing RW,” ujar Andhi Sungkono, Ketua Panitia Karnaval Budaya, Minggu (28/9/2025) sore.

Menurut Andhi, penggunaan sound horeg dalam karnaval budaya ini sudah memasuki tahun ketiga. Warga Patemon sangat antusias mengikuti karnaval sejauh 4 kilometer ini, terhibur oleh dentuman musik yang memeriahkan suasana.

Selain menjadi hiburan, karnaval ini juga berdampak positif pada sektor ekonomi lokal, khususnya UMKM. Kehadiran ribuan penonton memicu perputaran uang bagi para pelaku usaha di sepanjang rute. Desa Patemon juga mengadakan kegiatan keagamaan, seperti pengajian umum, sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, S.IP., didampingi Muspika Pakusari, secara resmi melepas peserta karnaval budaya.

Dalam sambutannya, Camat Rifendi menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi dalam memfasilitasi karnaval budaya tahun 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi media edukasi penting, khususnya bagi generasi muda, untuk merawat dan melestarikan budaya yang ada.

“Ini tentu membangun silaturahmi, menjaga persatuan dan kesatuan. Sekaligus, ini menjadi momentum dalam rangka meningkatkan patriotisme dan nasionalisme kita sebagai warga negara,” kata Camat Rifendi.

Ia juga menyoroti peran karnaval dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Sepanjang rute ini, banyak pelaku-pelaku UMKM menjajakan berbagai makanan dan minuman. Untuk itu, saya mengajak seluruh hadirin memanfaatkan momentum ini untuk bersama-sama mensejahterakan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Mila, salah satu warga dari Dusun Krajan Selatan, menyatakan dukungan penuhnya. “Karnaval budaya yang dilaksanakan pemerintah Desa Patemon ini patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat, meskipun secara gotong royong untuk sewa sound horeg bisa mencapai puluhan juta rupiah,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan