Ruwah Dusun Anggaswangi, Wayang Kulit Hidupkan Spirit Tradisi Leluhur

Penulis: Didik
Editor: Redaksi
Pagelaran seni Wayang Kulit khas Jawa Timuran dalam rangka ruwan dusun Anggaswangi
Pagelaran seni Wayang Kulit khas Jawa Timuran dalam rangka ruwan dusun Anggaswangi

Filesatu.co.id, SIDOARJO | DI TANAH  yang menyimpan jejak doa para leluhur, di antara denyut zaman yang terus bergerak maju, masyarakat Dusun Anggaswangi, Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kembali meneguhkan ikatan spiritual dan kultural melalui tradisi tahunan Ruwah Dusun. Kegiatan yang dirangkai dengan doa bersama serta pagelaran seni Wayang Kulit khas Jawa Timuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan laku batin kolektif sebagai ikhtiar merawat warisan adiluhung Nusantara, sekaligus wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada para pendahulu, Sabtu (07/02/2026).

Nuansa sakral berpadu erat dengan semangat gotong royong saat ratusan warga memadati area kegiatan yang berpusat di Balai RW RT 08 RW 04 (Keramat). Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, Ruwah Dusun hadir sebagai penanda bahwa nilai-nilai luhur tidak lekang oleh waktu, namun tetap hidup dan berdenyut dalam keseharian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini sekaligus dihadiri dan diikuti oleh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan dari unsur Forkopimcam Sukodono, dan para Kepala Desa se-Kecamatan Sukodono, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi dan penguatan nilai spiritual masyarakat.

Sejak sore hari, warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, hingga generasi muda turut ambil bagian dalam rangkaian acara. Doa-doa dipanjatkan bersama sebagai ikhtiar memohon keselamatan, ketenteraman, keberkahan rezeki, serta keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Dusun Anggaswangi.

Kepala Desa Anggaswangi, Kusaeri, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang terus menjaga tradisi warisan leluhur. Ia menegaskan bahwa Ruwah Dusun bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, serta memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“Tradisi ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT, sekaligus cara kita menghormati para leluhur yang telah membangun dan menjaga dusun ini. Semoga melalui kegiatan Ruwah Dusun, masyarakat selalu diberikan keselamatan, rezeki yang berkah, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” ujarnya.

Puncak acara berlangsung pada malam hari dengan pagelaran Wayang Kulit yang menjadi inti spiritual sekaligus hiburan rakyat. Tahun ini, panitia menghadirkan dalang kondang Ki Yohan Susilo yang membawakan lakon heroik penuh nilai perjuangan berjudul “Gugure Kumba Karna.” Dalam alur cerita dan sabetan dalang, masyarakat diajak merenungi pesan moral tentang kepemimpinan, kesetiaan, pengorbanan, serta keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan.

Melalui tradisi Ruwah Dusun, masyarakat Dusun Anggaswangi menegaskan komitmennya menjaga tradisi sebagai fondasi harmoni sosial. Doa dipanjatkan, budaya dirawat, dan harapan masa depan dirajut bersama demi lingkungan yang religius, rukun, dan bermartabat. ***

Tinggalkan Balasan