Filesatu.co.id, SAMPANG | MEROSOTNYA prestasi Kabupaten Sampang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 memicu kekecewaan banyak pihak. Tak hanya masyarakat, kalangan legislatif pun menyoroti serius capaian memalukan tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyebut hasil yang diraih kontingen Sampang sangat mengecewakan. Dari sebelumnya menempati peringkat 17, kini Sampang terperosok ke posisi 27. Padahal, gelontoran dana hibah keolahragaan dari pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang mencapai angka yang tidak sedikit, yakni Rp 1,7 miliar.
“Kami kecewa dengan hasil itu. Dana besar sudah digelontorkan, tapi prestasi justru jeblok,” tegas Mahfud, Kamis (10/7) dikutip dari radarmadura.jawapos.com.
Politikus asal Tambelangan itu menyatakan, pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pengurus KONI Sampang pada Senin (14/7) mendatang. Pemanggilan tersebut bertujuan meminta klarifikasi atas buruknya capaian prestasi olahraga Sampang dalam ajang bergengsi dua tahunan itu.
Mahfud memastikan, Komisi IV DPRD akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KONI, termasuk pola pembinaan dan penyaluran anggaran. Baginya, kegagalan ini tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut kehormatan daerah di tingkat provinsi.
“Kami ingin melihat apakah anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, atau justru terjadi kesalahan manajerial di tubuh KONI,” imbuhnya.
Tak hanya DPRD, kekecewaan juga datang dari kalangan atlet, khususnya dari cabang olahraga pencak silat. Sejumlah atlet dan pengurus di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sampang mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam Porprov IX.
Padahal, mereka telah melakukan seleksi dan menyiapkan atlet unggulan yang dinilai mampu bersaing. Kekecewaan itu diwujudkan dalam bentuk aksi protes ke kantor KONI Sampang pada Selasa (8/7) lalu.
“Kami sudah siap bertanding, bahkan punya atlet berprestasi. Tapi tiba-tiba pencak silat tidak diberangkatkan. Tidak ada alasan yang jelas dari KONI,” keluh salah satu perwakilan IPSI.
Aksi itu semakin menambah daftar panjang masalah yang kini membelit KONI Sampang. Masyarakat dan para pegiat olahraga pun berharap hasil evaluasi dari DPRD nantinya dapat menjadi langkah awal perbaikan serius dalam dunia olahraga Kabupaten Sampang. (Fal)





