Filesatu.co.id, SAMPANG | PEMERINTAH Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur tersebut dihadiri Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan dari masyarakat yang nantinya akan dijadikan prioritas program pembangunan daerah pada tahun 2027. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan rencana pembangunan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, mengatakan Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap program pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Musrenbang ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Kita ingin memastikan program pembangunan yang direncanakan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat Sampang,” ujar Bupati yang akrab disapa Aba Idi.
Ia menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Sampang pada tahun 2027 akan difokuskan pada sejumlah isu strategis. Di antaranya penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan sosial yang tepat sasaran menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita masih menghadapi tantangan dalam penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM. Karena itu program pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Sampang juga mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan sektor agribisnis dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas sektor unggulan, memperluas akses pasar, serta membuka peluang investasi guna menciptakan lapangan kerja baru.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah menargetkan percepatan pembangunan serta pemerataan infrastruktur dasar, mulai dari konektivitas jalan, jaringan listrik, air bersih, hingga penanganan kawasan permukiman tidak layak huni.
Dalam kesempatan tersebut, Aba Idi juga menyoroti tantangan pendanaan pembangunan daerah, terutama setelah pemerintah pusat mengurangi dana transfer ke daerah pada tahun 2026.
“Pembahasan pendanaan dalam RKPD bukan sekadar hitung-hitungan angka. Ini tahap krusial yang menentukan apakah rencana pembangunan bisa benar-benar terwujud atau hanya berhenti di atas kertas,” ungkapnya.
Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, pendapatan Kabupaten Sampang pada tahun 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp1,93 triliun, sementara belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp2,06 triliun, dengan pembiayaan netto sekitar Rp130,2 miliar.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Sampang akan mengoptimalkan pendapatan daerah, mencari sumber pendanaan alternatif, serta memperkuat kerja sama investasi agar pembangunan tetap berjalan dan mampu mewujudkan visi Sampang Hebat Bermartabat Plus.
Melalui forum Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Seluruh usulan yang disampaikan dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program prioritas, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Fal)





