Filesatu.co.id, Magetan | Pembangunan Embung Sidowayah tahap ketiga di Desa Sidowayah terus berlanjut. Pada tahun 2026 ini, proyek tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp815 juta dan ditargetkan rampung serta dapat segera difungsikan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian warga.
Kepala Desa Sidowayah, Suyatno, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang turut mengawal proses pembangunan embung hingga memasuki tahap ketiga.
Menurutnya, proyek yang telah dimulai sejak tahun 2024 ini menjadi harapan besar masyarakat, khususnya para petani.
“Pembangunan Embung Sidowayah tahap 3 ini diprioritaskan untuk pembangunan outlet dan inlet. Dengan penyempurnaan ini, kami berharap fungsi embung semakin maksimal, baik untuk mengairi sawah melalui aliran irigasi maupun untuk konservasi tanah,” ujar Suyatno.
Ia menambahkan, keberadaan embung sangat vital bagi Desa Sidowayah yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Dengan pengelolaan air yang lebih baik, risiko kekurangan air saat musim kemarau dapat diminimalisir.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K Iswahyudi, menegaskan bahwa tahap ketiga ini merupakan bagian penting dari penyempurnaan konstruksi embung secara menyeluruh.
“Kami berharap Embung Sidowayah dapat segera difungsikan tahun ini dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Penyelesaian outlet dan inlet menjadi kunci agar distribusi air berjalan optimal,” jelasnya.
Ia juga menyebut, pembangunan embung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur irigasi serta meningkatkan ketersediaan air untuk jaringan pertanian. Selain mendukung produktivitas sawah, embung juga berfungsi sebagai penampung air hujan yang dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah erosi.
Dengan masuknya tahap ketiga pada tahun 2026, masyarakat berharap proyek yang telah berjalan sejak 2024 ini dapat segera tuntas dan membawa dampak positif bagi peningkatan hasil pertanian serta kesejahteraan petani di Sidowayah. (Gus)





