Filesatu.co.id, Madiun | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan keprihatinan atas dua kejadian tertemper yang melibatkan Orang Tidak Dikenal (OTK) dan kendaraan bermotor di wilayah operasionalnya, Kamis (19/3/2026).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area steril yang tidak boleh digunakan untuk aktivitas di luar operasional.
“Pada prinsipnya, jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Segala bentuk aktivitas masyarakat di jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Tohari.
Kejadian pertama melibatkan KA 408 (CL Dhoho) yang tertemper OTK di Km 184+800 petak Kediri – Ngadiluwih pada pukul 18.54 WIB. Masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 berulang kali, namun tidak diindahkan sehingga kejadian tidak dapat dihindari. Peristiwa ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan KA selama 2 menit.
Sementara itu, kejadian kedua melibatkan KA 71 (Mutiara Selatan) yang tertemper sepeda motor di JPL 90 emplasemen Baron pada pukul 19.34 WIB. Kendaraan diketahui menerobos perlintasan yang palang pintunya sudah dalam kondisi tertutup. Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA mengalami keterlambatan selama 11 menit.
“Dalam kedua kejadian tersebut, masinis telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 sebagai peringatan. Namun, karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari,” tambah Tohari.
KAI Daop 7 Madiun kembali mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di sekitar jalur rel, di antaranya tidak beraktivitas di jalur kereta api, mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang, serta tidak menerobos palang pintu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Disiplin dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan maupun di jalur rel,” tegas Tohari.
Sebagai bagian dari kampanye keselamatan, KAI terus menggaungkan slogan BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan), khususnya dalam momentum Mudik 2026, guna menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.(hms/anwar)





