Filesatu.co.id, SIDOARJO | PANITIA Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar forum konsultasi publik akhir untuk membahas Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Acara ini berlangsung di ruang rapat Bappeda Sidoarjo dan dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk pimpinan DPRD, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, tokoh masyarakat, dan insan pers.
Forum ini merupakan implementasi amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang pelibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H. Suyarno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan cerminan aspirasi masyarakat Sidoarjo.
“RPJMD harus mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan masyarakat dari seluruh lapisan,” ujar Suyarno, menekankan pentingnya kesinambungan program dan pengelolaan anggaran yang optimal demi kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan publik. Ia juga menjelaskan bahwa Ketua DPRD, H. Abdillah Nasikh, berhalangan hadir karena jadwal yang bersamaan.
Program Unggulan RPJMD 2025–2029
Pansus RPJMD Sidoarjo memaparkan 14 program unggulan yang akan menjadi fokus pembangunan lima tahun ke depan:
Disampaikan oleh Ketua Pansus RPJMD, H. Tarkit Erdianto, S.H., M.H.:
- Penciptaan 1.000.000 lapangan kerja baru.
- Berobat gratis untuk warga Sidoarjo.
- Makan bergizi gratis bagi lansia.
- Penyediaan 20.000 beasiswa kuliah, SD, dan SMP untuk anak yatim.
- Pemberian 2.000 paket pupuk & benih gratis bagi petani dan nelayan.
- Alokasi Rp50 juta modal usaha untuk UMKM.
- Penyaluran Rp500 juta per desa/kelurahan untuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan insentif perangkat desa.
Disampaikan oleh Wakil Ketua Pansus RPJMD, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si.:
- Peningkatan 20.000 UMKM.
- Pembangunan tiga dinas baru (penataan kota, PDAM, transportasi) serta bus sekolah gratis.
- Kenaikan tunjangan 100% untuk tenaga kesehatan, guru ngaji, GTT (Guru Tidak Tetap), dan honorer.
- Pembangunan pusat kreativitas pemuda dan desa wisata, dengan konsep satu desa satu duta wisata.
- Renovasi 2.000 warung rakyat.
- Kemudahan perizinan usaha melalui konsep Smart City.
- Revitalisasi taman kota dan perumahan.
Inti pembahasan dalam forum ini tetap mengarah pada tiga aspek utama: keberlanjutan pembangunan, pemerataan hasil pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bappeda Sidoarjo, Dr. Heri Soesanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa semua masukan dari masyarakat, LSM, hingga akademisi akan ditampung untuk proses finalisasi dokumen. “RPJMD ini adalah fondasi lima tahun ke depan. Maka dari itu, penyusunannya harus menyeluruh, terbuka, dan menjawab tantangan nyata masyarakat Sidoarjo,” tegasnya. ***





