Bupati Sumenep Komitmen Mendukung Berkelanjutan Sektor Tembakau

Penulis: Nr/Bay
Editor: Redaksi
Fauzi saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Raperda
Fauzi saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Raperda

Filesatu.co.id,  Sumenep |  Pemerintah kabupaten Sumenep Madura komitmen mendukung perda petani tembakau.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penekanannya agar penyusunan regulasi tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga berpijak pada kondisi riil pertembakauan di lapangan. Aspirasi petani dan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan daerah.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Fauzi saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Raperda tentang Pengembangan dan Pelindungan Pertembakauan di Ruang Rapat Asory Hermani, Gedung Campaka, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

Menurutnya, penyusunan regulasi tersebut menjadi langkah penting untuk merumuskan kebijakan pertembakauan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi Kabupaten Sumenep. Karena itu, proses pembahasannya perlu melibatkan berbagai unsur agar kebijakan yang dirumuskan memiliki landasan kajian yang kuat dan mempertimbangkan kepentingan setiap pihak secara proporsional.

“Penyusunan perda harus mengacu pada kondisi riil pertembakauan Sumenep dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,”ungkapnya..

“Penyusunan perda harus mengacu pada kondisi riil pertembakauan Sumenep dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” katanya.

Fauzi menegaskan, keterlibatan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan penyusunan regulasi berjalan secara komprehensif. Petani sebagai salah satu unsur utama dalam rantai pertembakauan perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka.

Pembahasan tersebut melibatkan perangkat daerah, tim penyusun naskah akademik dari UNIBA Madura, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), perwakilan pengusaha rokok, organisasi kemasyarakatan, hingga mahasiswa.

Pelibatan berbagai unsur itu diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam penyusunan naskah akademik. Dengan demikian, regulasi yang dirancang tidak hanya memberikan arah bagi pengembangan sektor pertembakauan, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan dan kepentingan para pelaku usaha, khususnya petani.

Melalui penyusunan regulasi yang berbasis kajian dan aspirasi, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap sektor pertembakauan dapat dikembangkan secara lebih terarah. Naskah akademik yang matang menjadi fondasi penting sebelum Raperda memasuki tahapan pembentukan peraturan daerah.

“Masukan dari berbagai pihak penting untuk menyempurnakan naskah akademik sehingga perda yang dihasilkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pertembakauan di Sumenep,” imbuhnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *